Home / Liga Indonesia / Sinyal Bahaya Di Brawijaya

Sinyal Bahaya Di Brawijaya

Sinyal Bahaya Di Brawijaya

taruhanbolaindonesia.info – Persik Kediri sudah dalam kondisi darurat bahkan ketika kompetisi Indonesia Super League (ISL) baru menapaki empat pertandingan. Tanpa kemenangan di empat pertandingan, membuat suporter Persikmania cemas dengan masa depan timnya.

Kecemasan itu juga berdasarkan pada statistik tim yang sangat minus. Dalam empat laga, Macan Putih sudah kebobolan 11 gol dan hanya memasukkan dua gol saja. Sebuah perbedaan yang sangat jelas menggambarkan bagaimana daya saing tim yang bersarang di Stadion Brawijaya musim ini.

Persikmania menyadari sangat berat bagi tim kesayangannya untuk bangkit dengan komposisi seperti ini. Sebagian dari mereka menginginkan ada perubahan signifikan, baik posisi pelatih maupun pemain, sebelum terlambat. Dengan komposisi seperti sekarang, diakui upaya bangkit masih terlampau berat.

"Secara mental dan teknik masih sangat minim. Harus ada perubahan, terutama penambahan pemain, mumpung jendela transfer belum ditutup. Kalau hanya mengandalkan komposisi ini, terlalu berat untuk bisa bangkit lagi,” urai Didit Nur Cahyadi, Persikmania Ultras.

Masih menurut dia, kekalahan demi kekalahan akan terus menggerus mental pemain sehingga semakin sulit untuk bangkit. Mendatangkan pemain anyar paling tidak menumbuhkan harapan baru. Dia menyontohkan duel lawan Persib Bandung, ketika Macan Putih tidak bisa melakukan apa-apa di lapangan.

"Harus diingat bahwa Persik bermain di kandang sendiri dan kalah beruntun. Itu harus disikapi dengan serius mulai saat ini. Ini sudah termasuk sinyal bahaya,” cetusnya lagi. Ungkapan Didit merupakan wujud kegelisahan Persikmania melihat sepak terjang tim jagoannya sejauh ini.

Mereka memang menyadari timnya tidak memiliki sumber daya memadai untuk membangun tim musim ini. Persiapan serba mendadak dengan materi pemain hampir sama dengan di Divisi Utama musim lalu, sudah terbukti sulit untuk menantang kerasnya ISL wilayah barat.

Tidak hanya kalah saat lawan tim kelas atas macam Arema Cronus dan Persib Bandung, bahkan lawan tim tanpa tradisi seperti Pelita Bandung Raya pun takluk di Stadion Brawijaya. Aspek stamina pemain kembali menjadi alasan klasik yang belum juga ada solusinya.

"Problem utama kami ada pada stamina pemain. Kami belum sempat menggarap aspek ini pada pra musim dan berimbas langsung di kompetisi. Apalagi dihadapkan pada jadwal yang relatif padat,” kata Asisten Pelatih Persik Kediri Aris Budi Sulistyo.

Diakuinya memang sudah tidak ada kesempatan untuk melakukan latihan khusus fisik saat kompetisi sudah berjalan. Dia hanya berharap kondisi pemain bisa lebih stabil dengan melakoni pertandingan-pertandingan di ISL. Pendekatan khusus juga diperlukan agar kepercayaan diri pemain tidak rontok.

"Staf pelatih akan melakukan pendekatan dengan pemain agar bisa tetap optimistis untuk laga berikutnya. Saya akui situasinya memang tidak mudah, tapi bukan berarti mustahil,” yakin dia. Persik masih menyisakan satu laga kontra Persita Tangerang sebelum break kompetisi, yakni 17 Februari mendatang.

Mungkin perbaikan fisik baru dilakukan saat kompetisi ISL libur setelah pertandingan itu. Persik bakal kembali berlaga pada 10 Maret 2013 yakni tandang ke markas Persijap Jepara. Paling tidak libur tersebut menjadi kesempatan Macan Putih untuk bernafas.

About admin